Kapal Patroli Kuba Tembaki Kapal Cepat AS Tewaskan 4 Orang, Ini Kata Wapres JD Vance

Anton Suhartono
Pemerintah AS geram setelah kapalnya ditembak patroli Kuba dalam insiden baku tembak di perbatasan laut kedua negara, Rabu (25/2) (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat geram setelah kapal berbendera AS ditembak patroli Kuba dalam insiden baku tembak di perbatasan laut kedua negara, Rabu (25/2/2026). Peristiwa tersebut menewaskan empat orang dan melukai enam lainnya.

Insiden terjadi di lepas pantai Pulau Cayo Falcones, Provinsi Villa Clara. Kementerian Dalam Negeri Kuba menyatakan kapal cepat yang datang dari arah AS terlibat baku tembak dengan patroli perbatasan mereka pada Rabu pagi waktu setempat.

AS Buka Penyelidikan

Insiden ini langsung memicu reaksi keras dari pejabat AS, terutama dari kalangan Partai Republik. Jaksa Agung Florida James Uthmeier mengumumkan dimulainya penyelidikan atas insiden tersebut.

“Saya telah mengarahkan Kantor Kejaksaan Negara Bagian untuk bekerja sama dengan mitra federal, negara bagian, dan penegak hukum untuk memulai penyelidikan,” ujar Uthmeier, di media sosial, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (26/2/2026).

Dia juga meragukan keterangan dari pemerintah Kuba seraya menegaskan akan berupaya meminta pertanggungjawaban jika ditemukan pelanggaran hukum internasional maupun tindakan yang merugikan warga AS.

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pemerintahan di Washington DC masih memantau perkembangan situasi. Dia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio terkait insiden tersebut.

“Semoga tidak seburuk yang kita khawatirkan, tapi saya tidak bisa menyampaikan lebih banyak karena belum tahu,” kata Vance.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Potensi AS Serang Iran, Australia Minta Keluarga Diplomat Tinggalkan Israel dan Lebanon Segera

Internasional
2 jam lalu

Membelot, Mantan Pilot Jet Tempur F-35 AS Ditangkap karena Latih Pilot Militer China

Internasional
4 jam lalu

Menlu Iran Tegaskan Pangkalan-Pangkalan Militer AS di Timur Tengah dalam Bidikan

Internasional
6 jam lalu

Menlu AS: Iran Enggan Bahas Program Rudal Balistik, Masalah Besar!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal