AL Kerajaan Inggris menggambarkan Prince of Wales sebagai salah satu kapal perang permukaan paling kuat yang pernah dibuat negara itu. Kapal induk itu bisa meluncurkan jet tempur F-35B terbaru NATO, dek penerbangannya memiliki lebar 70 meter dan panjang 280 meter, dan dibutuhkan sekitar 1.400 kru untuk mengoperasikannya.
HMS Prince of Wales mengalami kebanjiran dua kali pada 2020. Banjir air laut kedua memenuhi ruang mesin mengakibatkan kapal batal melanjutkan pelayaran ke Amerika Serikat (AS) sehingga kembali ke pangkalan asalnya di Portsmouth. Akibatnya kapal menjalani perbaikan selama 6 bulan.
Setelah perbaikan rampung pada 2021, HMS Prince of Wales kembali beroperasi dengan berlayar ke Gibraltar. Misi ke Gibraltar sukses. Namun tahun kapal kembali mogok tak lama setelah meninggalkan pelabuhan Portsmouth untuk menuju AS pada Agustus lalu.
Para engineer menemukan penyebabnya, yakni kerusakan pada poros baling-baling. Setelah diusut, awak kapal tidak melumasinya poros itu secara rutin.
Seorang juru bicara AL Kerajaan Inggris mengatakan, perbaikan poros baling-baling akan memakan waktu hingga musim semi 2023. Namun itu belum selesai, HMS Prince of Wales akan kembali ke pelabuhan Portsmouth untuk menjalani pemeliharaan terjadwal laiannya.