Departemen Pertahanan AS (Pentagon) sebelumnya menyatakan, gugus serang Kapal Induk Gerald R Ford, mencakup kapal induk serta beberapa kapal perang dan kapal selam lainnya, telah tiba di Karibia dengan membawa setidaknya 4.000 personel dan puluhan pesawat taktis.
Secara total, kini terdapat sekitar 12.000 personel Angkatan Laut (AL) dan Marinir AS di kawasan tersebut untuk menjalankan Operasi Southern Spear.
AS melakukan setidaknya 20 kali serangan militer terhadap kapal-kapal yang dituduh membawa narkoba di Laut Karibia dan Pasifik Timur. Kampanye militer tersebut menewaskan sekitar 80 orang.
Para pakar hukum internasional dan hak asasi manusia (HAM) berulang kali memperingatkan serangan itu merupakan eksekusi di luar hukum, termasuk jika para korban benar-benar pelaku kejahatan narkoba.
Pemerintah AS menyatakan, pengerahan militer besar-besaran ke kawasan tersebut difokuskan untuk menghentikan pasokan narkoba ke AS, namun tidak memberikan bukti.