Menurut keterangan saksi mata, pergerakan massa tak terkendali, beberapa orang mulai tumbang berjatuhan dan menimbulkan efek domino. Satu per satu orang lainnya ikut jatuh dan terinjak-injak. Mereka tak bisa berdiri karena di atasnya ada orang lain yang menimpa.
Setelah mendapat laporan, petugas penyelamat tak bisa cepat sampai lokasi untuk memberikan pertolongan. Pasalnya jarak 100 meter menuju gang dipenuhi kerumunan manusia. Faktor inilah yang diduga juga memicu jatuhnya banyak korban tewas.
Sebagian besar korban tak bisa bertahan akibat sesak napas. Selain itu para korban telat mendapat resusitasi kardiopulmoner serta pertolongan pertama lainnya. Kondisi diperparah karena jumlah petugas medis yang tiba di lokasi tak cukup untuk melayani semua korban.
Beberapa spekulasi muncul sebagai pemicu tragedi yakni adanya rumor bahwa di tempat ada seorang artis yang mengisi acara. Spekulasi lain adalah beberapa orang di kerumunan berteriak "mundur, mundur" untuk menyisakan ruang. Namun orang lain salah mengartikan dengan "dorong, dorong" sehingga sebagian justru merangsek ke depan.
Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol, pada 7 November atau 9 hari pascatragedi meminta maaf. Dia berjanji akan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak terlibat, termasuk pejabat pemerintah.