Jurnalis Senior Tolak Tampil Berjilbab, Presiden Iran Tak Mau Diwawancarai

Maria Christina Malau
Jurnalis senior, Christiane Amanpourdi batal mewawancarai Presiden Iran Ebrahim Raisi setelah dia menolak berjilbab dalam sesi wawancara di New York, Amerika Serikat. (Foto: Twitter Christiane Amanpourdi)

Amanpour langsung menolak permintaan tersebut. Dia menjelaskan, "kita berada di New York, di mana tidak ada hukum atau tradisi mengenai jilbab". 

Dia menambahkan, tidak ada presiden Iran lainnya yang mengharuskan dia mengenakan jilbab ketika mewawancarai mereka di luar Iran.

"Ajudan itu menjelaskan bahwa wawancara tidak akan terjadi jika saya tidak mengenakan jilbab. Dia mengatakan itu 'masalah rasa hormat' dan merujuk pada 'situasi di Iran' - menyinggung protes yang melanda negara itu," kata Amanpour.

"Sekali lagi, saya mengatakan saya tidak dapat menyetujui kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak terduga ini."

Karena penolakannya memakai jilbab, wawancara dibatalkan. Amanpour dan timnya pergi. Sebuah gambar yang diposting Amanpour di akhir tweet-nya menunjukkan dia mengenakan setelan putih, duduk di seberang kursi kosong saat dia menunggu Presiden Iran. Rambutnya terbuka tanpa jilbab.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS dan Iran Kembali Saling Serang, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

57 tahun lalu

Iran Klaim Tembakkan Rudal dan Drone, Paksa Kapal Perang AS Mundur dari Teluk Oman

57 tahun lalu

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Iran Balas Serangan Amerika Pakai Rudal Angkatan Laut dan Drone Masif

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal