Jurnalis Reuters Tewas Terkena Rudal dari Israel, Lebanon: Pembunuhan yang Disengaja

Ahmad Islamy Jamil
Tentara Israel bersiaga untuk menyerang Palestina, menyusul inflitrasi para pejuang Hamas ke wilayah yang diduduki zionis, Sabtu (7/10/2023) pekan lalu. (Foto: Reuters)

BEIRUT, iNews.id - Kementerian Luar Negeri Lebanon bakal mengajukan keluhan resmi kepada Dewan Keamanan PBB atas insiden tewasnya seorang jurnalis asal Lebanon akibat terkena rudal Israel. Menurut Beirut, kematian wartawan itu adalah pembunuhan yang disengaja oleh Israel. 

Korban bernama Issam Abdallah, seorang warga Negara Lebanon. Dia bekerja sebagai jurnalis visual Reuters. 

Media Pemerintah Lebanon hari ini melaporkan, Abdallah terbunuh di selatan negara itu pada Jumat (13/10/2023) kemarin, ketika rudal yang ditembakkan dari arah Israel menghantam sekelompok jurnalis. Peristiwa itu dibenarkan oleh salah seorang saksi Reuters di tempat kejadian.

Sementara militer Israel pada Sabtu (14/10/2023) ini menyatakan, mereka sedang menyelidiki insiden tersebut. “Kami mengetahui insiden yang menimpa jurnalis Reuters tersebut,” kata Juru Bicara Militer Israel, Letkol Richard Hecht dalam pengarahan rutinnya. 

“Kami dalami. Kami sudah punya visualnya. Kami lakukan pemeriksaan silang. (Peristiwa ini) tragis sekali,” ujarnya. 

Abdallah sedang bersama sekelompok jurnalis dari organisasi lain, termasuk Aljazirah dan Agence France-Presse (AFP), ketika dia dibunuh pada Jumat kemarin saat memberikan sinyal video langsung kepada lembaga penyiaran. Kelompok tersebut bekerja di dekat Desa Alma al-Shaab, dekat perbatasan Israel, tempat militer zionis dan para pejuang Hizbullah saling baku tembak dalam bentrokan perbatasan. 

Maher Nazeh, yang terluka dalam insiden yang sama bersama rekannya di Reuters, Thaer al-Sudani, mengatakan bahwa mereka sedang merekam tembakan rudal yang datang dari arah Israel ketika salah satu rudal menghantam Abdallah saat dia sedang duduk di dinding batu rendah dekat kelompok jurnalis itu. Beberapa detik kemudian, rudal lain menghantam mobil yang digunakan kelompok tersebut dan membakarnya. 

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
43 menit lalu

Militer Israel Kekurangan Tentara akibat Perang Gaza, Paling Sedikit Sepanjang Sejarah

Internasional
19 jam lalu

Trump dan Negara Eropa Kutuk Rencana Israel Caplok Tepi Barat

Internasional
22 jam lalu

Presiden Israel Datang ke Australia, Ribuan Demonstran Bentrok dengan Polisi

Internasional
24 jam lalu

Israel Ngotot Caplok Tepi Barat dari Palestina

Internasional
1 hari lalu

Iran Batalkan Demo Persenjataan Terbaru, Ada Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal