Junta Militer Myanmar Ingin Dekati Negara Arab untuk Pulangkan Muslim Rohingya

Djairan
Pemerintahan junta militer ingin mendekat ke AS serta meminta bantuan negara-negara Arab untuk memulangkan pengungsi muslim Rohingya (Foto: Reuters)

Militer mengklaim negara luar keliru dalam menanggapi apa yang terjadi di Myanmar.

Pada Kamis lalu, AS mengecam pembunuhan demonstran oleh aparat Myanmar dan menjatuhkan sanksi kepada kementerian serta bisnis yang dikendalikan militer.

Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri Myanmar, dan dua perusahaan yang dikelola militer dimasukkan dalam daftar hitam perdagangan.

Ben Menashe mengaku baru saja menandatangani kontrak dengan Menteri Pertahanan Myanmar Jenderal Mya Tun Oo. Dia menyebut akan dibayar dengan biaya yang dirahasiakan, jika sanksi terhadap militer dicabut oleh AS.

Tak hanya itu, junta militer Myanmar juga ingin memulangkan muslim Rohingya yang mengungsi ke negara tetangga Bangladesh. Ben Menashe ditugaskan menghubungi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk mendukung rencana pemulangan etnis Rohingya tersebut.

“Militer mencoba untuk mendapatkan sejumlah dana bantuan guna mencukupi biaya memulangkan para Bengali (sebutan orang Myanmar bagi muslim Rohingya),” kata Ben Menashe.

Lebih lanjut pria 69 tahun itu menambahkan, junta militer bisa membuktikan pemilu pada pemilu November 2020 dicurangi oleh partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). Namun dia belum membeberkan bukti tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 menit lalu

Perang Makin Sengit, Iran Siapkan Kemungkinan Perang Darat Lawan AS

7 jam lalu

Houthi Peringatkan Kapal-Kapal Tak Bongkar Muat di Pelabuhan Saudi atau Ditembak

10 jam lalu

AS Keluarkan Peringatan Global Buntut Perang Lawan Iran: Perkembangannya Bisa Tak Terduga

16 jam lalu

Balas Dendam, Iran Klaim Hancurkan Pusat Data Amazon di Bahrain

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal