Sejumlah stasiun televesi memproyeksikan Biden memenangkan Negara Bagian Michigan dan Wisconsin, yang semakin memperbesar kans politikus gaek itu untuk memasuki Gedung Putih pada 20 Januari 2021.
Sementara, Trump yang dulu menang di dua negara bagian tersebut pada 2016, kini memiliki lebih sedikit opsi mengamankan jabatan presiden untuk periode kedua. Dia sangat berharap tidak menjadi presiden petahana AS pertama yang kalah pemilu dalam 28 tahun terakhir.
Trump tidak ingin mengulangi sejarah pendahulunya di Partai Republik, George HW Bush, yang kalah dari Bill Clinton pada Pilpres AS 1992. Trump pun tampaknya berusaha merusak kredibilitas Pilpres AS 2020 ketika dia kalah.
Sejak Selasa (3/11/2020) kemarin, dia secara keliru dan terlalu dini mengumumkan kemenangannya. Tak cukup sampai di situ, pengusaha kaya itu juga menuduh dengan tanpa bukti, bahwa Partai Demokrat mencoba mencuri suaranya. Trump juga berjanji untuk melawan negara-negara bagian di pengadilan.
Akan tetapi, para pakar pemilu AS mengatakan, penipuan sangat jarang terjadi dalam pelaksanaan pemilu di negeri Paman Sam.