Jika Perang AS-China Meletus, Warga Filipina Akan Dilibatkan dalam Konflik

Arif Budiwinarto
Kapal induk AS, USS Nimitz, berada di Laut China Selatan, perairan yang disengketakan oleh China dan beberapa negara ASEAN. (foto: Reuters)

Pada Senin (23/11/2020) kemarin, Washington menegaskan kembali komitmennya atas klaim teritorial Manila di Laut China Selatan yang kaya energi.

"Pesan kami adalah kami akan berada di sini (Filipina), kami mendukung Anda, dan kami tidak akan pergi," kata Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien dalam kunjungannya ke Manila.

Beijing menentang keras intervensi AS di Laut China Selatan

Beijing dengan keras menentang intervensi AS di Filipina dan kawasan Indo-Pasifik secara keseluruhan.

Dalam keterangan resminya, Kedutaan Besar China di Filipina menyebut upaya AS terlibat dalam konflik Laut China Selatan sebagai manuver terselubung untuk memuluskan kepentingan sendiri.

"Kami dengan tegas menentang pernyataan yang penuh dengan mentalitas Perang Dingin dan dengan sembrono menghasut konfrontasi," isi pernyataan.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kejar Indonesia, Vietnam dan Filipina Naik Kelas Jadi Negara Menengah Atas

57 tahun lalu

Media AS Ungkap Israel Berencana Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran

57 tahun lalu

Demonstran Bakar Diri hingga Tewas Dekat Markas PBB, Bawa Tulisan: China Keluar dari Tibet!

57 tahun lalu

Horor! Demonstran Bakar Diri hingga Tewas di Depan Markas Besar PBB New York

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal