Jepang Tutup Semua Sekolah untuk Cegah Korona, Orangtua Bingung Titipkan Anak

Anton Suhartono
Keiko Kobayashi membawa anaknya ke tempat kerja setelah pemerintah meliburkan sekolah terkait virus korona (Foto: AP)

Di negara di mana pengasuh anak merupakan pekerjaan langka, masalah ini akan lebih berat dirasakan bagi para single parent.

Kobayashi masih mempelajari berbagai pilihan, termasuk menitipkan anaknya ke day care umum atau memilih bekerja dari rumah.

"Tapi jika saya bekerja dari rumah, putra saya akan sering menonton televisi TV dan jika saya tidak mendampinginya akan banyak hal tidak diinginkan terjadi," katanya, seraya menambahkan kondisi itu akan mengganggunya untuk fokus bekerja.

Rekan Kobayashi yang juga memiliki anak, Sachiko Aoki, meragukan efektivitas penutupan sekolah karena kemungkinan infeksi di kalangan anak-anak sangat kecil.

"Jujur, saya ragu apakah penutupannya bisa efektif," kata Aoki, seraya mengaku enggan mengirim anaknya ke fasilitas penitipan karena meragukan kebersihan dan bebas virus.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
24 jam lalu

Pemerintah Dapat Hibah Kapal Patroli dari Jepang, Nilainya Rp205 Miliar

Internasional
1 hari lalu

Badai Salju Mengganas di Jepang, 46 Orang Tewas Ratusan Luka

Nasional
3 hari lalu

IJKS 2026 Digelar di Bogor, Angkat Industri Koi Lokal hingga Pererat Persahabatan RI-Jepang

Nasional
6 hari lalu

Pabrik Patungan Krakatau Steel dan Osaka Steel Jepang Tutup Operasi di RI, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal