Jepang Tutup Semua Sekolah untuk Cegah Korona, Orangtua Bingung Titipkan Anak

Anton Suhartono
Keiko Kobayashi membawa anaknya ke tempat kerja setelah pemerintah meliburkan sekolah terkait virus korona (Foto: AP)

Di negara di mana pengasuh anak merupakan pekerjaan langka, masalah ini akan lebih berat dirasakan bagi para single parent.

Kobayashi masih mempelajari berbagai pilihan, termasuk menitipkan anaknya ke day care umum atau memilih bekerja dari rumah.

"Tapi jika saya bekerja dari rumah, putra saya akan sering menonton televisi TV dan jika saya tidak mendampinginya akan banyak hal tidak diinginkan terjadi," katanya, seraya menambahkan kondisi itu akan mengganggunya untuk fokus bekerja.

Rekan Kobayashi yang juga memiliki anak, Sachiko Aoki, meragukan efektivitas penutupan sekolah karena kemungkinan infeksi di kalangan anak-anak sangat kecil.

"Jujur, saya ragu apakah penutupannya bisa efektif," kata Aoki, seraya mengaku enggan mengirim anaknya ke fasilitas penitipan karena meragukan kebersihan dan bebas virus.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
10 hari lalu

Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah

Nasional
11 hari lalu

Prabowo Undang PM Jepang Sanae Takaichi ke Indonesia: Kami akan Sambut Hangat

Nasional
11 hari lalu

Prabowo Ungkap Hasil Pertemuan dengan PM Jepang, Perkuat Kerja Sama Energi-Keamanan

Nasional
11 hari lalu

Prabowo ke PM Takaichi: Terima Kasih Undang Saya ke Jepang di Musim Bunga Sakura

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal