Jepang Meradang, Korea Ingin Sita Aset Perusahaan gara-gara Kerja Paksa Era Kolonial

Ahmad Islamy Jamil
Menteri Sekretaris Kabinet Jepang, Katsunobu Kato. (Foto: Reuters)

“Kami ingin mendesak Korea Selatan lebih kuat lagi untuk menghadirkan solusi yang dapat diterima Jepang,” tuturnya.

Kementerian Luar Negeri Korsel menyatakan telah melakukan pembicaraan dengan Jepang untuk menemukan “solusi yang masuk akal” sambil mempertimbangkan bagaimana para korban dapat menggunakan hak hukum mereka. Begitu pula halnya dengan hubungan diplomatik.

Saat dihubungi wartawan, juru bicara Mitsubishi Heavy menolak berkomentar. Perusahaan itu menyatakan, masih berusaha mempelajari putusan hukum tersebut.

Sementara, pengacara para korban mengatakan, jika Mitsubishi Hwavy terus menolak untuk melaksanakan perintah pengadilan, mereka akan langsung mengumpulkan dana piutang perusahaan Jepang itu dari perusahaan Korea, LS Mtron Ltd.

“Para korban dan keluarga mereka menuntut Mitsubishi memberikan kompensasi sesuai dengan putusan; mengakui fakta sejarah, dan; menyampaikan permintaan maaf,” ungkap tim kuasa hukum korban dalam sebuah pernyataan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Destinasi
1 hari lalu

Liburan ke Korea Selatan Makin Mudah, QRIS Bisa Dipakai Mulai April 2026!

Nasional
1 hari lalu

IJKS 2026 Digelar di Bogor, Angkat Industri Koi Lokal hingga Pererat Persahabatan RI-Jepang

Mobil
4 hari lalu

Mitsubishi Rilis Destinator dan Xforce Limited Edition di IIMS 2026, Dapat Sentuhan 55 Tahun

Nasional
4 hari lalu

Pabrik Patungan Krakatau Steel dan Osaka Steel Jepang Tutup Operasi di RI, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal