Jenderal Rusia Dipecat, Ungkap Pengkhianatan oleh Petinggi Militer Moskow

Ahmad Islamy Jamil
Mayor Jenderal Ivan Popov, pemimpin Tentara Gabungan ke-58 Rusia dalam operasi militer di Ukraina. (Foto: Twitter)

Popov mengatakan, dia pernah bercerita kepada atasannya tentang kematian tentara Rusia akibat serangan artileri Ukraina. Dia juga mengatakan bahwa pasukannya tidak memiliki sistem antirudal yang tepat dan peralatan untuk mengintai musuh.

Menurut dia, para pemimpin senior militer Rusia tampaknya merasakan ada semacam bahaya dari keterusterangannya tersebut. Karena itulah, mereka kemudian memecat Popov.

“(Mereka) dengan cepat mengarang perintah dari menteri pertahanan (Menhan Rusia Sergei Shoigu) hanya dalam satu hari dan menyingkirkan saya,” ucapnya.

“Tentara Ukraina tidak dapat menembus barisan kami di depan. Akan tetapi, pemimpin senior kami malah menyerang kami dari belakang, dengan kejam memenggal kepala para tentara pada saat yang paling sulit dan intens,” kata Popov.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, 8 Orang Tewas Puluhan Terluka

57 tahun lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia

57 tahun lalu

China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik usai Australia-Fiji Teken Kerja Sama Pertahanan

57 tahun lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal