"Akibat tindakan militer Israel yang tidak bertanggung jawab, 15 personel militer Rusia tewas. Bersembunyi di belakang pesawat Rusia, pilot Israel meletakkannya di garis tembak sistem anti-pesawat Suriah. Akibatnya, Il-20 ditembak jatuh oleh sistem rudal S-200 (Suriah)," kata Konashenkov.
"Pilot Israel tidak mungkin gagal melihat pesawat Rusia, karena itu datang ke darat dari ketinggian 5 km. Namun demikian, mereka sengaja melakukan provokasi ini," tuturnya.
Namun, Rusia belum merinci soal ancaman balas dendam atas tindakan militer Isrsel.
"Ini benar-benar tidak sesuai dengan semangat kemitraan Rusia-Israel," ujar Konashenkov.
"Kami berhak untuk mengambil langkah-langkah sepadan dalam menanggapi."