Jelang Peringatan 11 September, Kedubes AS di Afghanistan Dihantam Roket

Anton Suhartono
Kedubes AS di Kabul dihantam roket (Foto: Twitter)

Ini merupakan serangan besar pertama di ibu kota Afghanistan sejak Presiden Donald Trump membatalkan pembicaraan dengan Taliban secara tiba-tiba pada akhir pekan lalu. Padahal kedua pihak sudah berada di ambang kesepakatan untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung 18 tahun itu.

Beberapa hari setelah membatalkan pertemuan, Trump mengatakan bahwa pembicaraan damai dengan Taliban telah mati. Dia beralasan penghentian kesepakatan damai dipicu kematian seorang tentara AS dalam ledakan di Kabul.

Selama hampir 18 tahun, jumlah pasukan AS di Afghanistan sempat mencapai 100.000 orang namun ditarik secara drastis setelah pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden terbunuh dalam operasi di Pakistan pada 2011.

Saat ini hanya ada sekitar 14.000 tentara AS di Afghanistan.

11 September merupakan hari yang sensitif di Kabul di mana saat itu biasanya terjadi serangan bom. Invasi ke Afghanistan yang dipimpin AS tak lama setelah serangan 11 September 2001 bertujuan untuk menggulingkan Taleban, kelompok militan yang dituduh menyembunyikan Osama bin Laden.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
10 jam lalu

Bill Gates Minta Maaf Berhubungan dengan Predator Seks Jeffrey Epstein: Saya Bodoh!

Internasional
10 jam lalu

Tegas, Rusia Tak Akan Biarkan Iran Sendirian Hadapi Konflik dengan AS

Internasional
13 jam lalu

Iran Rilis Data Resmi Korban Tewas Demonstrasi Rusuh, Segini Jumlahnya

Internasional
13 jam lalu

Mantan Menhan Israel Takut Negaranya Dihujani Rudal Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal