Jelang Pelantikan, Joe Biden Belum Dapat Akses Penuh soal Informasi Keamanan Nasional AS

Anton Suhartono
Joe Biden (Foto: AFP)

Meski demikian Biden menegaskan apa yang didapat sampai saat ini belum cukup, sementara masa kerjanya akan dimulai kurang dari sebulan lagi.

"Tim saya butuh gambaran jelas tentang postur pasukan kami di seluruh dunia serta operasi untuk mencegah musuh. Kami membutuhkan pandangan penuh terhadap perencanaan anggaran yang sedang berjalan di Departemen Pertahanan dan badan-badan lain untuk menghindari kebingungan atau mengejar ketinggalan yang mungkin coba dieksploitasi oleh musuh kita," ujar Biden.

Biden mengaku akan mewarisi berbagai kebijakan luar negeri dan tantangan keamanan nasional yang berat, seperti konflik dengan China, Iran, dan Korea Utara, serta pandemi virus corona yang berkecamuk di seluruh dunia.

Tugas terberatnya adalah membangun kembali aliansi AS yang dirusak selama 4 tahun pemetintahan Trump yang mengedepankan agenda 'America First'.

"Kenyataannya banyak badan keamanan yang penting mengalami kerusakan sangat besar. Banyak dari mereka telah dibobol, dalam hal personel, kapasitas, dan moral. Ada proses kebijakan yang telah berhenti berkembang atau dikesampingkan sehingga menyebabkan aliansi kita putus asa," tuturnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
4 jam lalu

Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir

5 jam lalu

Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan

17 jam lalu

Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran

18 jam lalu

Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal