Hindustan Aeronautics, produsen Tejas, pada Oktober 2021 merespons permintaan Angkatan Udara Kerajaan Malaysia untuk pengadaan 18 unit jet tempur varian dua tempat duduk.
Pemerintah India pada 2021 juga memberikan kontrak senilai 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp88,9 triliun kepada Hindustan Aeronautics untuk pengadaan 83 unit jet Tejas. Pengiriman dimulai pada 2023 untuk kebutuhan dalam negeri.
Pesawat tempur ringan ini disetujui pengoperasiannya 40 tahun lalu. Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi ingin mengurangi kebergantungan India pada peralatan tempur asing.
Pengembangan Tejas diwarnai banyak rintangan. Pesawat sempat tertunda pengoperasiannya terkait masalah desain dan hal lain. Angkatan Laut India juga pernah menolak pesawat ini karena dianggap terlalu berat untuk ukuran pesawat tempur di kelasnya.
Angkatan Udara India saat ini mengoperasikan berbagai jet tempur buatan Rusia, Inggris, dan Prancis. Namun negara itu ingin memensiunkan semua jet tempur era Soviet, seperti MiG-21, pada 2025.