Israel Putuskan Absen Perundingan dengan Hamas, Gencatan Senjata di Gaza Terancam Gagal?

Ahmad Islamy Jamil
Tentara Israel membidikkan senapan mereka saat menggelar operasi darat di Jalur Gaza, beberapa bulan lalu. (Foto: Reuters)

KAIRO, iNews.id - Delegasi Israel memutuskan untuk tidak menghadiri perundingan mengenai gencatan senjata di Jalur Gaza dan pertukaran tawanan dengan Hamas. Alasannya, Hamas menolak permintaan Israel untuk memberikan daftar tawanan yang masih hidup di Gaza. 

Pada Minggu (3/3/2024), stasiun televisi Al Qahera News melaporkan bahwa delegasi dari Qatar dan Amerika Serikat, serta delegasi Hamas, tiba di ibu kota Mesir, Kairo. Mereka akan mengadakan babak baru perundingan mengenai konflik di Jalur Gaza. 

The New York Times (NYT) melaporkan, perdana Menteri Qatar pada hari yang sama memberi tahu kepala Badan Intelijen Rahasia Israel (Mossad), David Barnea, ihwal penolakan Hamas untuk menyerahkan daftar tawanan yang masih hidup. Selain itu, Hamas juga tidak menyetujui draf perjanjian pertukaran tawanan dengan Israel yang diajukan AS sebelumnya. Sikap Hamas itu pada gilirannya memengaruhi keputusan Israel untuk tidak ambil bagian dalam perundingan itu, kata NYT. 

Masih pada Minggu, situs berita Amerika, Axios, melaporkan bahwa kerangka kesepakatan yang diusulkan untuk gencatan senjata di Jalur Gaza mencakup pertukaran sekitar 400 tahanan Palestina yang ditahan di Israel dengan 40 tawanan Israel yang ditahan Hamas. Rancangan perjanjian tersebut juga dilaporkan mencakup jeda perang selama enam minggu dan kembalinya warga Palestina secara bertahap ke Jalur Gaza Utara. 

Pada 7 Oktober, Hamas melancarkan serangan ke Israel Selatan lewat operasi yang disebut "Banjir al-Aqsa". Menurut kelompok pejuang itu, serangan tersebut sebagai pembalasan atas kejahatan Israel yang semakin meningkat terhadap rakyat Palestina di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Gaza.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Perjuangan Palestina

57 tahun lalu

10.000 Lebih Jenazah Warga Gaza Masih Terkubur di Reruntuhan, Terancam Tak Bisa Diidentifikasi

57 tahun lalu

Israel Gempur Lebanon Bikin Iran Murka, Trump: Seharusnya Tak Terjadi

57 tahun lalu

Iran Pertanyakan Kesepakatan Damai dengan AS usai Israel Serang Lebanon Lagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal