TEL AVIV, iNews.id - Militer Israel menghadapi dilema besar di medan perang, sistem pertahanan udara mereka yang supercanggih justru tidak efektif menghadapi drone murah milik Hizbullah.
Ketimpangan ini membuat Israel pusing, bahkan panik, karena harus menggunakan teknologi mahal untuk menghadapi ancaman berbiaya rendah.
Drone serat optik Hizbullah kini menjadi mimpi buruk baru. Selain sulit dideteksi, biaya penghancurannya jauh lebih mahal dibandingkan harga pembuatannya. Kondisi ini membuat strategi pertahanan Israel menjadi tidak efisien dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Dalam konflik di Lebanon selatan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi dua tentaranya serta satu kontraktor sipil tewas akibat serangan drone dalam waktu kurang dari dua pekan.
Sementara jumlah korban luka terus bertambah, menandakan efektivitas tinggi senjata sederhana tersebut.