Israel Marah Setelah Airbnb Larang Penyewaan Akomodasi di Tepi Barat

Nathania Riris Michico
Permukiman Kiryat Arba, Israel di daerah pendudukan Tepi Barat. (Foto: Reuters)

Human Rights Watch (HRW) menyatakan, keputusan Airbnb ini adalah langkah positif dan mereka mendesak perusahaan pariwisata lain, seperti Booking.com, untuk melakukan hal serupa.

"Warga Israel dan asing dapat saja menyewa properti di daerah pemukiman, tetapi pemegang kartu identitas Palestina dilarang, di mana pemilik Airbnb tidak memiliki pilihan selain mendiskriminasi tamu berdasarkan kewarganegaraan atau asal suku," demikian pernyataan HRW, yang bermarkas di New York, seperti dilaporkan BBC, Rabu (21/11/2018).

Di masa lalu, Airbnb dikecam pejabat Palestina dan pegiat HAM karena mengizinkan iklan rumah untuk disewa di permukiman Israel.

Meskipun demikian, para pemimpin dan organisasi Israel mengecam langkah itu.

Dewan Yesah, yang mewakili para pemukim Israel, menuduh Airbnb menjadi wadah politik.

"Keputusan itu adalah hasil perasaan anti-Yahudi dan penyerahan diri kepada terorisme, atau kedua-duanya," kata Dewan Yesah.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
14 jam lalu

TNI bakal Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, Berapa Jumlahnya?

Internasional
15 jam lalu

Trump dan Negara Eropa Kutuk Rencana Israel Caplok Tepi Barat

Internasional
18 jam lalu

Presiden Israel Datang ke Australia, Ribuan Demonstran Bentrok dengan Polisi

Internasional
20 jam lalu

Israel Ngotot Caplok Tepi Barat dari Palestina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal