Meski demikian, kedua pihak memberikan tanggapan positif mengenai perundingan tersebut.
Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh Moawad menyebut pembicaraan tersebut berjalan konstruktif. Namun, dia tetap menyuarakan beberapa tuntutan, yakni gencatan senjata, kesempatan bagi para pengungsi untuk kembali ke rumah, dan melakukan langkah-langkah untuk meringankan krisis kemanusiaan di negaranya.
Sementara itu Dubes Israel Yechiel Leiter menyebut perundingan tersebut sebagai pertukaran luar biasa. Dia memberikan beberapa poin, salah satunya mengusir Hizbullah dari Lebanon.
Rubio mengakui ada tantangan di depan untuk mengakhiri konflik. Dia mengakui butuh waktu untuk mencapai kemajuan dalam menyelesaikan konflik ini.
“Kami memahami sedang berjuang melawan sejarah dan kompleksitas selama beberapa dekade,” ujarnya.