Israel Ingin Tempatkan Tentara di Gaza Pasca-Perang, Biden: Kesalahan Besar!

Anton Suhartono
Joe Biden mengingatkan Israel menempatkan pasukan di Gaza pasca-perang merupakan kesalahan besar (Foto: Reuters)

"Jika kita mundur, lalu siapa yang akan mengambil alih? Kita tidak bisa meninggalkan ruang hampa. Kita harus memikirkan bagaimana mekanismenya. Ada banyak ide yang dilontarkan," kata Herzog, dikutip Kamis (16/11/2023).

Dia menegaskan Hamas tak bisa lagi menggunakan Gaza sebagai basis untuk meneror Israel.

Pemerintah Israel, lanjut Herrzog, sedang mendiskusikan berbagai ide mengenai pengelolaan Gaza setelah perang berakhir. Dia menilai, Amerika Serikat serta negara-negara tetangga di kawasan bias dilibatkan dalam penataan wilayah berpenduduk sekitar 2,3 juta jiwa tersebut.

Sementara itu Pemerintah Otoritas Palestina (PA) menegaskan, Gaza merupakan bagian integral dari ngara Palestina di masa depan. PA yang dikuasai oleh Fatah dan beberapa faksi kecil lain hanya berkuasa di Tepi Barat, sementara Gaza berada di tangan Hamas.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terbang ke Israel, Pesawat Komersial Polandia Kirim Sinyal Pembajakan

57 tahun lalu

Kendaraan Taktis Pasukan Perdamaian Internasional Tiba di Gaza, Personel Menyusul

57 tahun lalu

Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 

57 tahun lalu

Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal