Israel Harus Disalahkan atas Terhentinya Upaya Gencatan Senjata di Lebanon

Ahmad Islamy Jamil
Israel layak disalahkan atas terhentinya upaya gencatan senjata di Lebanon (ilustrasi). (Foto: AP)

Amerika Serikat, Prancis, dan sekutu lainnya menyerukan penghentian perang di Lebanon selama 21 hari. Seruan itu muncul setelah Presiden AS Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu di sela-sela Majelis Umum PBB di New York.

Menurut kedua pemimpin Barat itu, situasi di Lebanon kini tidak dapat ditoleransi lagi. "Dan tidak menguntungkan siapa pun, baik rakyat Israel maupun rakyat Lebanon," kata mereka dalam pernyataan bersama.

Ironisnya, Israel mengumumkan bahwa pihaknya telah mengamankan paket bantuan militer baru senilai 8,7 miliar dolar AS dari Amerika Serikat untuk mendukung zionis dalam konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah. Hal itu memperlihatkan sikap munafik AS dan keengganan Washington DC untuk menggunakan bantuan militernya sebagai daya ungkit untuk gencatan senjata di Timur Tengah.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Itamar Ben Gvir Batal Ikuti Pertemuan di Markas PBB New York, Takut Ditangkap?

57 tahun lalu

Pemukim Israel Terus Berulah Serang Warga Palestina di Tepi Barat, Rusak Sumber Air

57 tahun lalu

Iran Peringatkan AS-Israel Tak Menyerang Prosesi Pemakaman Khamenei: Akan Kami Balas!

57 tahun lalu

Terungkap, AS Sempat Desak Israel Tak Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal