Israel Gugat 7 Negara Arab dan Iran yang Usir Orang-Orang Yahudi

Nathania Riris Michico
PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP)

Menurut data lembaga Keadilan untuk orang Yahudi dari Negara-negara Arab (JJAC), diperkirakan 856.000 orang Yahudi melarikan diri dari 10 negara Arab setelah Israel didirikan pada 1948.

Namun, sampai sekarang, Israel tidak pernah secara resmi meminta kompensasi bagi orang Yahudi yang dipaksa meninggalkan negara-negara Arab.

Meir Kahlon, ketua Organisasi Sentral untuk orang-orang Yahudi dari Negara-negara Arab dan Iran mengatakan, pada saat itu, orang-orang Yahudi tidak mencari status pengungsi di Israel yang baru didirikan karena dipandang sebagai warga yang kembali ke "tanah air bersejarah" mereka.

Perdana menteri pertama negara itu, David Ben Gurion, kala itu ingin memproyeksikan citra negara yang sah dan dapat merawat rakyatnya.

Langkah untuk menggugat delapan negara itu dilakukan ketika pemerintah Donald Trump mempersiapkan proposal perdamaian Israel-Palestina yang sejak lama ditunggu-tunggu.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
10 jam lalu

Prabowo Telepon Anwar Ibrahim hingga Raja Yordania, Serukan Iran-Israel Damai

Internasional
11 jam lalu

Iran: Tawaran Damai Trump Hanya Sandiwara untuk Tenangkan Pasar

Internasional
12 jam lalu

Trump Ajak Damai, Iran: Kami Tak Akan Tertipu Lagi!

Internasional
15 jam lalu

Israel Akan Caplok Lebanon Selatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal