Hamas: Israel Melanggar Gencatan Senjata Secara Terang-Terangan
Melalui pernyataan resmi, Hamas mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai kejahatan perang yang nyata,
pengabaian total terhadap perjanjian gencatan senjata, serta upaya terang-terangan untuk menghindari kewajiban internasional.
Hamas menegaskan pihaknya mematuhi sepenuhnya perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober serta kehilangan komunikasi dengan sekitar 200 pejuangnya yang terjebak di terowongan Rafah.
Kelompok itu menuntut para mediator internasional, termasuk negara-negara penjamin gencatan senjata, untuk menekan pemerintah Israel menghentikan pelanggaran yang terus berulang.
Hamas menegaskan Israel harus bertanggung jawab penuh atas eskalasi terbaru dan mendesak komunitas internasional untuk tidak membiarkan pelanggaran gencatan senjata berlangsung tanpa konsekuensi.
Netanyahu Ancam Balas Serangan, Ketegangan Memuncak
Serangan terhadap tenda pengungsi terjadi hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan membalas baku tembak di Rafah. Ancaman itu muncul menyusul laporan bahwa lima tentaranya terluka.