Dalam kontrak disebutkan bahwa model OpenAI dapat digunakan untuk 'semua tujuan yang sah menurut hukum'. Frasa ini merujuk pada penggunaan yang:
- Sesuai dengan hukum Amerika Serikat yang berlaku saat ini.
- Tunduk pada regulasi pertahanan dan intelijen.
- Tidak melanggar pembatasan etis dan teknis yang disepakati dalam kontrak.
Model tidak diserahkan dalam bentuk sistem bebas tanpa kontrol. Sebaliknya, AI tetap dijalankan melalui infrastruktur cloud yang mempertahankan kendali OpenAI atas sistem keamanan dan moderasi.
OpenAI menegaskan adanya tiga batasan utama yang tidak dapat dilanggar:
1. Larangan Pengawasan Massal Domestik
AI tidak boleh digunakan untuk pengawasan massal terhadap warga sipil Amerika Serikat. Pemrosesan data intelijen harus tetap tunduk pada konstitusi dan hukum pengawasan yang berlaku.
2. Larangan Pengendalian Senjata Otonom
Model OpenAI tidak boleh digunakan untuk mengarahkan atau mengoperasikan sistem senjata otonom tanpa kontrol manusia yang sah secara hukum. Tidak diperbolehkan penggunaan AI untuk keputusan tembak otomatis atau operasi tempur tanpa keterlibatan manusia.
3. Larangan Keputusan Otomatis Berisiko Tinggi
AI tidak boleh digunakan untuk pengambilan keputusan otomatis yang berdampak besar terhadap hak individu, termasuk sistem penilaian sosial (social credit) atau sistem yang menentukan status hukum seseorang tanpa verifikasi manusia.
OpenAI menyatakan batasan ini lebih eksplisit dan lebih kuat dibandingkan sejumlah perjanjian AI rahasia sebelumnya.