Laporan juga tidak mengungkap identitas individu-individu yang terkena sanksi.
Kejaksaan Teheran disebut menargetkan sedikitnya 63 manajer dan karyawan dari Iran International, serta 25 manajer dan staf dari Manoto. Selain itu, sekitar 25 warga Iran yang tinggal di luar negeri juga turut menjadi sasaran.
Mereka yang berada di luar negeri dituduh “mendukung serangan musuh dengan berbagai cara”, terutama melalui aktivitas di dunia maya atau siber.