Iran Protes: Jadi Korban Serangan AS-Israel, tapi Diposisikan Agresor oleh Negara Arab

Anton Suhartono
Iran melayangkan protes keras terkait draf resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk serangan Teheran terhadap negara-negara Arab (Foto: AP)

NEW YORK, iNews.id - Iran melayangkan protes keras terkait draf resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk serangan Teheran terhadap negara-negara Arab. Iran menilai resolusi tersebut tidak adil karena memosisikannya sebagai agresor, padahal Teheran menjadi korban serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pemerintah Iran menilai negara-negara Arab di kawasan Teluk justru berupaya membalikkan fakta dengan menggambarkan Iran sebagai pihak yang memulai agresi. Teheran menegaskan, selama ini negaranya menjadi target serangan militer AS dan Israel yang menimbulkan korban sipil besar.

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, memperingatkan Dewan Keamanan agar tidak menyetujui draf resolusi yang diajukan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Menurut dia, isi resolusi tersebut sarat kepentingan politik.

“Beberapa anggota Dewan (Keamanan PBB) berusaha untuk membalikkan peran serta posisi korban dan agresor,” kata Iravani, di Markas Besar PBB, New York, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu (11/3/2026).

Draf resolusi GCC tersebut mengutuk serangan rudal dan drone Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta Yordania. Resolusi itu juga menuntut penghentian segera semua serangan yang dilakukan Iran terhadap negara-negara tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas

57 tahun lalu

Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai

57 tahun lalu

AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni

57 tahun lalu

Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan 8 Lokasi Militer AS di Kuwait dan Bahrain

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal