Iran Mungkin Tingkatkan Pengayaan Uranium Jadi 60 Persen, AS Sebut Ancaman

Anton Suhartono
Foto satelit aktivitas di fasilitas nuklir Iran (Foto: Twitter)

"Amerika dan Eropa menggunakan bahasa yang tidak adil terhadap Iran dalam kesepakatan ini. Iran tidak akan menyerah pada tekanan. Sikap kami tidak akan berubah," kata Khamenei.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengomentari pernyataan itu dengan menyebutnya sebagai ancaman. Dia menolak berkomentar lebih jauh karena pernyataan itu dianggapnya sebagai 'hipotesis'.

Dia menegaskan kembali sikap AS, membuka dialog dengan Iran untuk kembali ke kesepakatan nuklir.

Pemerintahan Biden pekan lalu menegaskan siap berdialog dengan Iran untuk kembali ke perjanjian yang ditinggalkan oleh pemerintahan Donald Trump.

Sementara itu Iran akan mempelajari usulan Uni Eropa untuk menghadiri pertemuan informal melibatkan negara-negara yang meneken kesepakatan nuklir plus AS.

Iran dan AS berselisih mengenai pihak mana yang harus mengambil langkah lebih dulu untuk kembali ke kesepakatan nuklir. AS ingin Iran memenuhi dulu kewajibannya dengan menurunkan tingkat pengayaan uranium sesuai kesepakatan JCPOA, dari 20 persen yang sudah dicapai saat ini. Sementara Iran ingin AS mencabut sanksi terlebih dulu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 jam lalu

Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran

4 jam lalu

Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap

4 jam lalu

Sah! AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil

8 jam lalu

Perang Makin Sengit! Rudal Iran Mulai Tembus Sistem Pertahanan AS, Pangkalan Porak-poranda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal