Iran Ingatkan AS Patuhi Perjanjian Damai: Jika Ingin Perang, Kami Siap

Anton Suhartono
Iran menegaskan siap menghadapi perang jika AS memilih mengingkari MoU perjanjian damai (Foto: AI)

"Dalam pelanggaran gencatan senjata terbaru, pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait menjadi sasaran," katanya.

Menurut dia, serangan tersebut menunjukkan keseriusan Iran dalam menjalankan MoU yang telah ditandatangani oleh presiden kedua negara.

Lebih lanjut Ghalibaf menegaskan, Selat Hormuz hanya akan dibuka bebas selama 60 hari sebagaimana diatur dalam MoU perdamaian dengan AS. Setelah masa tersebut berakhir, status jalur pelayaran strategis itu akan bergantung pada hasil perundingan lanjutan antara kedua negara.

Iran tidak akan pernah melepaskan haknya atas Selat Hormuz. Menurut dia, jika AS menghalangi ekspor minyak Iran, Teheran siap mengambil langkah balasan dengan menutup jalur pelayaran tersebut.

"Tidak ada yang akan mendapat manfaat dari minyak," katanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Media AS Ungkap Israel Berencana Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran

57 tahun lalu

Demonstran Bakar Diri hingga Tewas Dekat Markas PBB, Bawa Tulisan: China Keluar dari Tibet!

57 tahun lalu

Horor! Demonstran Bakar Diri hingga Tewas di Depan Markas Besar PBB New York

57 tahun lalu

Trump: AS Tak Akan Gulingkan Rezim Iran, Fokus Senjata Nuklir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal