Pada Oktober 2019, Korps Garda Revolusi Iran menjebak Zam dalam sebuah operasi intelijen dan menangkapnya. Namun, tidak disebutkan secara perinci di mana operasi itu dilakukan.
Para pejabat Iran menuduh Amerika Serikat serta pesaing regional Teheran, Arab Saudi, dan lawan-lawan pemerintah yang tinggal di pengasingan telah memicu kerusuhan di dalam negeri Iran—yang dimulai pada akhir 2017. Ketika itu, unjuk rasa atas kesulitan ekonomi menyebar ke seluruh Negeri Persia.
Menurut laporan, 21 orang tewas selama kerusuhan itu dan ribuan lainnya ditangkap. Kerusuhan itu termasuk yang terburuk yang pernah terjadi di Iran dalam beberapa dekade. Unjuk rasa berikutnya yang berlangsung pada tahun lalu bahkan lebih mematikan. Kala itu, para demonstran memprotes kenaikan harga bahan bakar.
Kanal Amadnews milik Zam telah ditangguhkan oleh layanan pesan Telegram pada 2018 karena diduga menghasut kekerasan. Akan tetapi, kanal itu kemudian muncul kembali dengan nama lain.