Iran Ditipu Fasilitas Energi Nuklirnya Diserang: AS-Israel Akan Bayar dengan Harga Mahal!

Anton Suhartono
Abbas Araghchi menyebut serangan militer AS-Israel terhadap fasilitas nuklirnya, Jumat (27/3), sebagai pelanggaran janji Donald Trump (Foto: AP)

TEHERAN, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyebut serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap fasilitas nuklirnya, Jumat (27/3/2026), sebagai pelanggaran janji Presiden Donald Trump. Sebelumnya Trump mengatakan akan menunda serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari.

Oleh karena itu, kata Araghchi, Iran akan menuntut dengan harga mahal atas serangan tersebut.

"Israel telah menyerang dua pabrik baja terbesar Iran, satu pembangkit listrik, dan fasilitas nuklir sipil, selain infrastruktur lainnya," kata Araghchi, seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (28/3/2026).

Dia menambahkan Israel mengklaim melakukan serangan tersebut setelah berkoordinasi dengan AS. Serangan tersebut bertentangan dengan klaim perpanjangan waktu diplomasi yang dijanjikan oleh Trump.

Sementara itu Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan sejauh ini tak ada peningkatan radiasi atas serangan AS-Israel terhadap fasilitas produksi yellowcake di Ardakan, Provinsi Yazd, Iran.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
6 jam lalu

Iran Beri Izin 30 Kapal China Lintasi Selat Hormuz saat Xi Jinping Bertemu Trump

Internasional
3 jam lalu

Xi Jinping Peringatkan Trump, China-AS Bisa Perang gegara Taiwan

Nasional
8 jam lalu

Trump-Xi Jinping Bertemu, Pakar: China Punya Kepentingan Redam Perang AS vs Iran

Nasional
9 jam lalu

Aktivis Pro Israel Yakin Trump-Xi Jinping Ingin Setop Pengayaan Nuklir Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal