Iran dan Kekuatan Dunia Gelar Pertemuan Virtual Hari Ini, Bahas Kesepakatan Nuklir

Ahmad Islamy Jamil
Iran membangun fasilitas nuklir bawah tanah di Natanz untuk mengantisipasi serangan udara. (Foto: AFP)

Politikus Partai Demokrat itu berjanji untuk membuka  kembali ruang dialog, setelah pendahulunya dari Partai Republik, mantan Presiden Donald Trump, menarik Amerika keluar dari perjanjian nuklir tersebut pada 2018.

Namun, Iran dengan tegas menuntut agar semua sanksi di era Trump terhadap negeri Persia itu dicabut sebelum pembicaraan kesepakatan dimulai lagi. Teheran juga berulang kali mengancam bakal meningkatkan aktivitas nuklir mereka, jika sanksi-sanksi itu tak juga dihentikan. Ancaman itu membuat Biden gerah.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Intelijen Rusia: AS-Israel Gagal Kalahkan Iran dalam Perang

Internasional
20 jam lalu

Trump Habis Kesabaran, Menlu Iran: AS Tak Serius Negosiasi

Internasional
8 jam lalu

Ini Rahasia Iran Bertahan dari Gempuran AS-Israel, bahkan Siap Perang Panjang

Internasional
23 jam lalu

Uni Emirat Arab Bantah Serang Iran: Kami Negara Berdaulat!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal