DUBAI, iNews.id - Presiden Iran Ebrahim Raisi bersumpah akan membalas pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani jika Donald Trump tak dibawa ke pengadilan. Seperti diketahui, Soleimani yang merupakan komandan pasukan elite Quds, di bawah Pasukan Garda Revolusi Islam, dibunuh pasukan AS menggunakan drone saat berada di bandara internasional Baghdad, Irak, pada 3 Januari 2020.
Trump, saat itu menjabat presiden Amerika Serikat (AS), memerintahkan langsung pembunuhan Soleimani.
“Jika Trump dan (mantan Menteri Luar Negeri Mike) Pompeo tidak diadili di persidangan yang adil atas tindak pidana pembunuhan Jenderal Soleimani, umat Islam akan membalas dendam atas syahid kami,” kata Raisi, dalam pidato yang disiarkan televisi, Senin (3/1/2022).
Beberapa pekan setelah pembunuhan, Trump mengungkap cerita terperinci menit demi menit menjelang serangan rudal yang ditembakkan dari drone hingga menewaskan Soleimani, dalam pertemuan dengan para donatur Partai Republik. Rekaman audio penjelasan Trump itu bocor hingga beredar luas ke media.
Trump mengaku memantau serangan itu melalui kamera di udara beberapa kilometer di atas lokasi.