Lebih dari 250 warga Palestina tewas akibat ratusan serangan udara yang dilancarkan Israel di Gaza selama 11 hari itu. Sementara Roket yang ditembakkan oleh para militan Gaza menewaskan 13 orang di Israel.
Mesir memainkan peran utama dalam menengahi gencatan senjata antara kedua belah pihak dan mengatakan akan mengalokasikan 500 juta dolar AS untuk mendanai pembangunan kembali daerah-daerah yang hancur di Gaza.
Juru Bicara Hamas, Hazem Qassem, pada Jumat kemarin mengatakan, kelompoknya sangat menghargai kontribusi Mesir terhadap upaya pembangunan kembali Gaza.
Kementerian Perumahan Gaza mengatakan, ada 1.500 unit rumah hancur selama pertempuran dengan Israel Mei lalu. Sebanyak 1.500 unit rumah lainnya rusak berat tidak dapat diperbaiki, sedangkan 17.000 unit mengalami kerusakan sebagian.
Seorang pejabat kementerian itu menyebutkan, biaya pembangunan kembali Gaza diperkirakan menelan biaya sebesar 150 juta dolar AS.
Mesir pada Februari lalu membuka penyeberangan Rafah sampai pemberitahuan lebih lanjut setelah faksi-faksi Palestina bergerak menuju rekonsiliasi menyusul perundingna di Kairo.
Jalur Gaza adalah area seluas 365 km persegi yang dikendalikan oleh Hamas. Kota itu menjadi rumah bagi sekitar 2 juta warga Palestina. Blokade yang dipimpin Israel telah membatasi pergerakan orang dan barang di kota itu selama bertahun-tahun.