Selama ini Kamboja mengandalkan serangan menggunakan roket artileri BM-21 Grad buatan era Uni Soviet yang jangkauannya sekitar 20 kilometer.
Sebagai tindakan pencegahan dan melindungi nyawa dan harta benda warga sipil, militer Thailand mengimbau masyarakat yang tinggal dalam jangkauan roket tetap waspada dan menghindari kepanikan.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Kamboja sebelumnya menyebut militer Thailand memperluas serangan hingga wilayah lebih dalam, tak lagi di perbatasan.
Juru Bicara Kemhan Kamboja Maly Socheata mengatakan, Thailand memperluas zona operasi militernya pada Sabtu (26/7/2025) pagi, jauh melampaui zona konflik.
Serangan-serangan tersebut melibatkan penggunaan senjata berat serta bom klaster.
Militer Thailand menembakkan lima peluru artileri berat ke beberapa lokasi di Desa Ekphap, Distrik Veal Veng, Provinsi Pursat. Wilayah itu jauh dari zona konflik.