Selain jet tempur, AS juga mengerahkan pesawat pendukung dan khusus seperti EA-18G Growler (18 unit) untuk perang elektronik, A-10C Thunderbolt II (12 unit) untuk dukungan udara jarak dekat, pesawat komunikasi tempur E-11A BACN (5 unit), serta E-3 Sentry (6 unit) sebagai sistem peringatan dini dan kendali udara.
Untuk mendukung operasi jarak jauh, sekitar 75 pesawat tanker KC-46 dan KC-135 juga disiagakan di wilayah Komando Pusat AS (Centcom), memungkinkan jet-jet tempur melakukan misi berkelanjutan tanpa harus kembali ke pangkalan utama.
Namun hingga kini belum terlihat pergerakan pesawat pengebom siluman B-2 yang sebelumnya digunakan dalam operasi terhadap Iran pada 22 Juni 2025.