Ingin Israel Terus Perang di Gaza, Menteri Radikal Smotrich Tolak Damai dengan Hamas

Anton Suhartono
Bezalel Smotrich mengecam kesepakatan gencatan senjata negaranya dengan Hamas (Foto: AP)

TEL AVIV, iNews.id - Menteri Keuangan IsraelBezalel Smotrich mengecam kesepakatan gencatan senjata negaranya dengan Hamas. Dia menyebut kesepakatan itu buruk dan berbahaya bagi keamanan nasional Israel.

Israel dan Hamas mencapai kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat (AS) pada Rabu (15/1/2025). Meski demikian kesepakatan itu baru berlaku efektif pada Minggu (19/1/2025).

"Syarat yang jelas bagi kita untuk tetap berada di pemerintahan adalah kepastian mutlak untuk kembali berperang," kata menteri sayap kanan radikal itu, seperti dikutip oleh media Israel.

Dia mengklaim perang harus dilanjutkan demi meraih kemenangan penuh atas Hamas. 

Dalam pernyataan lain di media sosial X, Smotrich mengatakan kesepakatan gencatan senjata di Gaza bisa menimbulkan masalah baru, yakni perpecahan di dalam negeri.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

10.000 Lebih Jenazah Warga Gaza Masih Terkubur di Reruntuhan, Terancam Tak Bisa Diidentifikasi

57 tahun lalu

Israel Gempur Lebanon Bikin Iran Murka, Trump: Seharusnya Tak Terjadi

57 tahun lalu

Iran Pertanyakan Kesepakatan Damai dengan AS usai Israel Serang Lebanon Lagi

57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Smotrich Serukan Penghancuran Gedung-Gedung di Ibu Kota Beirut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal