"Perjanjian tersebut menunda keputusan tentang pengayaan nuklir dan pemindahan material (uranium) yang diperkaya hingga negosiasi akhir, sementara Iran akan berkomitmen untuk tidak pernah mengembangkan senjata nuklir," katanya, seperti dilaporkan kembali Anadolu.
Berdasarkan perjanjian dalam proposal, lanjut Marquardt, kedua pihak akan segera mengakhiri operasi militer, termasuk di Lebanon, serta berjanji untuk tidak mengancam satu sama lain dengan kekerasan.
Perjanjian juga mencakup rencana rekonstruksi Iran yang didukung AS dan negara-negara di Teluk, dengan rincian nilai yang akan diselesaikan kemudian.
Marquardt mengklaim, AS secara bertahap akan mencairkan uang ganti rugi untuk Iran selama negosiasi berlangsung.
Kemudian, setelah kesepakatan damai dicapai, AS akan menetapkan jangka waktu pencabutan seluruh sanksi AS dan PBB, termasuk sanksi sekunder melibatkan negara-negara yang berbisnis dengan Iran.