Pasukan Israel menyerbu jemaah di kompleks Masjid Al Aqsa hingga memukuli jemaah yang sedang beribadah. Untuk membubarkan jemaah yang sedang khusyuk beribadah Ramadhan, pasukan Israel menembakkan granat kejut dan gas air mata ke dalam Masjid Qibli. Saksi mata mengatakan, pasukan Israel juga menembakkan peluru baja berlapis karet.
Jemaah yang masih bertahan di dalam masjid dipukuli menggunakan dengan pentungan dan senjata anti huru-hara, kemudian ditangkap.
Video yang diambil dari dari dalam Masjid Qibli menunjukkan pasukan Israel berulang kali memukul jemaah menggunaan pentungan. Di saat bersamaan terdengar teriakan minta tolong dari perempuan dan anak-anak.
Komunitas Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) menerima banyak laporan korban luka di Masjid Al Aqsa, namun tidak bisa memperkirakan jumlah korban.
Setelah penyerangan, pasukan Israel melarang petugas medis masuk untuk memberikan pertolongan. Bahkan seorang petugas medis diserang oleh polisi Israel di pintu gerbang hingga terluka.
Media lokal Palestina melaporkan, puluhan orang luka dalam serangan itu, termasuk ada yang menderita patah tulang dan sesak napas karena menghirup gas air mata.