Korban pun langsung melapor ke polsuska saat kereta berhenti di stasiun. Polsuska langsung merespons laporan itu.
"Polisi mengantar saya ke kompartemen lalu mereka menampar tiga di antaranya. Lalu mereka (polsuska) membawa tiga di antara pelaku," kata korban.
Namun hukuman itu tidak membuat para pelaku jera. Saat kereta berangkat, mereka mengulangi perbuatannya bahkan lebih parah.
"30 menit kemudian mereka kembali, mungkin setelah menyogok polsuska," tuduhnya.
Mereka semakin agresif dan melontarkan ancaman-ancaman, seperti akan menjual anak gadisnya. Pada malam harinya, remaja yang duduk di kelas 9 itu hendak ke toilet. Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku dengan menyeretnya ke toilet.