Surat kabar tersebut melaporkan, saat ini berlangsung negosiasi di balik layar melalui perantara Qatar yang juga akan menjadi salah satu negara persinggahan Trump.
AS berharap bahwa kemajuan bisa dicapai di bawah kepemimpinan Trump, bukan menggunakan cara Netanyahu.
Trump akan memulai lawatannya ke negara-negara Teluk pada 13 Mei, yakni Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Laporan Yedioth Ahronoth juga menyoroti serangkaian kebijakan AS baru-baru ini yang mengejutkan pejabat Israel.
Kebijakan itu termasuk keputusan AS untuk melanjutkan pembicaraan gencatan senjata dengan kelompok Houthi Yaman.