Hubungan dengan China Kian Tegang, Taiwan Pamerkan Drone Bunuh Diri Pertama

Umaya Khusniah
Drone Switchblade 300 buatan AS. (Foto: AP Photo)

Dilansir dari Straits Times, sekitar 23,5 juta orang Taiwan hidup di bawah ancaman konstan invasi China. Negeri tirai bambu itu mengklaim pulau Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang akan direbut suatu hari nanti. Bahkan jika perlu dengan paksaan.

Serangan Beijing telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di bawah Presiden Xi Jinping. Invasi Rusia ke Ukraina telah mendambah ketakutan Taiwan bahwa China mungkin akan melakukan hal yang sama.

Ketegangan melonjak pada tahun 2022 setelah Beijing meluncurkan latihan militer besar-besaran sebagai tanggapan atas kunjungan ke Taipei oleh Ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat saat itu Nancy Pelosi. 

Sekutu telah mendesak Taiwan untuk mengadopsi 'strategi landak' asimetris yang akan mempersulit militer China yang lebih besar untuk menyerang. Strategi tersebut menekankan pada pembelian sistem senjata bergerak yang relatif murah, dan melatih warga sipil untuk berperang.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
10 jam lalu

Iran Batalkan Demo Persenjataan Terbaru, Ada Apa?

Internasional
22 jam lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

Internasional
4 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Nasional
5 hari lalu

Purbaya Sidak Perusahaan Baja China: Saya Buktikan Kita Tidak Bisa Disogok!

Internasional
7 hari lalu

Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal