"Kami tidak akan pergi sampai menangkapnya. Kami memiliki surat perintah (penangkapan) tanpa jaminan untuk Quiboloy dan empat orang lainnya atas kejahatan sangat serius, termasuk perdagangan orang, pelecehan anak, dan kasus-kasus lainnya," kata Torre, dikutip dari Associated Press.
Para pengikut Quiboloy sempat bersitegang dengan petugas sembari merekam penggerebekan dengan ponsel. Mereka meneriaki polisi serta mempertanyakan legalitas penggerebekan tersebut.
Jaksa federal Amerika Serikat (AS) pada 2021 mendakwa Quiboloy atas tuduhan melakukan hubungan seks dengan perempuan dan gadis di bawah umur. Dia mengancam orang-orang yang menolak berhubungan intim dengan 'anak tuhan' akan mendapat kutukan abadi.
Quiboloy bersama dua pengurus kelompok termasuk di antara sembilan orang yang disebutkan dalam dakwaan pengganti oleh dewan juri federal AS. Dakwaan pengganti tersebut berisi serangkaian tuduhan, termasuk konspirasi, perdagangan seks anak, perdagangan seks dengan kekerasan, penipuan dan pemaksaan, penipuan pernikahan, pencucian uang, penyelundupan uang tunai, dan penipuan visa.
Sementara itu pengacara membantah tuduhan bahwa kliennya serta kelompok keagamaan Kerajaan Yesus Kristus melakukan pelanggaran. Mereka berdalih tuduhan itu hanya dibuat-buat oleh mantan anggota kelompok yang kesal karena dikeluarkan akibat melakukan penyimpangan.