Pria kelahiran 1942 itu menderita demam parah pada usia 20 tahun. Dia selamat dari penyakit parah tersebut namun setelah itu tak bisa tidur. Ngoc sudah mencoba berbagai pengobatan tradisional, namun tak bisa sembuh dari insomnianya.
Bahkan dia penah menenggak miras dengan kadar alkohol tinggi, namun tetap tidak bisa tidur.
Awalnya dia berharap penyakit insomnianya hanya sementara, namun terus berlanjut sampai saat ini.
Beberapa dokter menyampaikan teori seputar penyakit insomnia yang dihadapi Ngoc. Sebagian mengatakan, dia mungkin tertidur namun tidak sadar.
Vikas Wadhwa dari Sleep Services Australia, mengatakan beberapa penderita insomnia bahkan tidak bisa membedakan apakah dirinya tersadar dan tertidur. Oleh karena itu Ngoc bisa saja tertidur dalam waktu singkat di siang hari dan tidak mengetahuinya. Bahkan dalam kondisi tidur, dia masih bisa berjalan.
Masalahnya, Ngoc tidak pernah mau menjalani pemeriksaan medis oleh para pakar. Pengakuannya serta pernyataan orang-orang yang dekat merupakan satu-satunya bukti yang dipercaya.
Ngoc bukan satu-satunya orang yang mengaku menderita insomnia selama puluhan tahun. Sebelumnya seorang perempuan China juga mengaku tidak tidur selama 40 tahun.