PFA berpendapat klub-klub yang berbasis di permukiman Tepi Barat seharusnya tidak diizinkan untuk berkompetisi di liga yang dikendalikan oleh otoritas sepak bola Israel.
Para ahli PBB pada 2024 lalu mengatakan, setidaknya delapan klub sepak bola diidentifikasi bermain di “pemukiman penjajah Israel” seraya menyerukan FIFA untuk memenuhi tanggung jawabnya menghormati hak asasi manusia.
Rajoub mendesak FIFA untuk menerapkan statuta dengan adil.
“Apa yang terjadi di Palestina sangat mengerikan, menghancurkan semua fasilitas olahraga Palestina di Gaza, pembunuhan ratusan atlet Palestina, karyawan. Saya kira sekarang saatnya untuk menegakkan keadilan,” kata Rajoub, usai acara.
Dia lalu mengecam Suliman dengan mengatakan, orang yang berbicara atas nama Israel tidak memudulikan penderitaan Palestina.
“Saya menolak untuk berjabat tangan. Bagaimana saya bisa berjabat tangan atau berfoto dengan orang seperti itu?” ujarnya.