WASHINGTON, iNews.id - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membela diri atas skandal bocornya rencana serangan terhadap kelompok Houthi ke Yaman dengan cara konyol. Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Michales Waltz secara tidak sengaja memasukkan Pemimpin Redaksi Majalah The Atlantic Jeffrey Goldberg dalam grump obrolan aplikasi pesan singkat Signal.
Grup berisi Wakil Presiden JD Vance, Menteri Pertahanan (Menhan) Pete Hegseth, Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio, serta beberapa menteri dan pejabat tinggi lainnya itu membahas serangan AS ke Yaman.
Goldberg, dalam artikelnya di The Atlantic, pada Senin lalu mengungkap bahwa dia mengetahui segala pembicaraan dalam grup itu termasuk serangan ke Yaman pada 15 Maret, 2 jam sebelum rencana dieksekusi.
Dalam komentar terbarunya, Gedung Putih membenarkan soal insiden Signal tersebut, namun membantah ada informasi sensitif yang dibagikan dalam grup.
Presiden Donald Trump juga menegaskan tak ada informasi rahasia terkait skandal ini.