Kasus ini menjadi pemberintaan hangat surat kabar berbahasa Mandarin terbesar Malaysia, Sinchew Daily, pada Senin (11/8/2025).
Kesalahan pemasangan bendera tersebut memicu reaksi keras pada sebagian masyarakat Melayu. Mereka menilai, bendara Malaysia yang dikenal dengan nama Jalur Gemilang tidak dihormati.
Seorang warga Malaysia, Shahriful Saiful (26), menilai apa yang terjadi pada dua kasus tersebut tidak bisa diterima dan harus ditindak tegas.
"Kita telah belajar dasar-dasar mengibarkan bendera sejak sekolah. Tepi atas bendera dijahit, jadi jelas cara mengibarkannya dengan benar. Jika bendera dikibarkan terbalik, pasti ada tujuan tertentu," kata pegawai swasta tersebut.
Padangan serupa disampaikan Direktur Institut Studi Etnis Universitas Kebangsaan Malaysia, Profesor Kartini Aboo Talib. Insiden tersebut harus ditanggapi serius oleh pihak berwenang agar tidak terulang kembali.