Amuba sering masuk ke dalam tubuh melalui hidung atau mulut saat orang berenang, menyelam, atau bermain di air tawar, kolam renang, atau sumber air lain. Organisme ini dapat menyerang otak, merusak jaringan, hingga menyebabkan kematian.
Gejala awalnya meliputi lesi kulit diikuti demam, sakit kepala, dan muntah.
“Penyakit ini bisa berkembang dengan cepat, dan karena kurangnya gejala klinis yang spesifik, bisa menyebabkan kesalahan diagnosis,” kata Lu, seperti dikutip dari China Daily, Selasa (26/8/2025).
Dia menambahkan infeksi ini sulit disembuhkan, namun penyakit parasit ini sangat langka dan tingkat kejadiannya sangat rendah.
China melaporkan lebih dari 40 kasus selama beberapa tahun melibatkan balamuthia mandrillaris, salah satu spesies amuba pemakan otak yang paling umum.
Lu menyarankan untuk tidak berenang, mencuci muka, atau bermain air di kolam, danau, dan sungai, serta menghindari menggali atau mengaduk sedimen di dasar perairan.
“Disarankan juga untuk menghindari merendam kepala saat berenang di air tawar, sumber air panas, atau perairan hangat lainnya,” ujarnya.