Heboh, 2 Bocah Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Anton Suhartono
Ilustrasi China dihebohkan kematian dua bocah disebabkan amuba pemakan otak (Foto: Essential Health)

Gejala awalnya meliputi lesi kulit diikuti demam, sakit kepala, dan muntah.

“Penyakit ini bisa berkembang dengan cepat, dan karena kurangnya gejala klinis yang spesifik, bisa menyebabkan kesalahan diagnosis,” kata Lu, seperti dikutip dari China Daily, Selasa (26/8/2025).

Dia menambahkan infeksi ini sulit disembuhkan, namun penyakit parasit ini sangat langka dan tingkat kejadiannya sangat rendah.

China melaporkan lebih dari 40 kasus selama beberapa tahun melibatkan balamuthia mandrillaris, salah satu spesies amuba pemakan otak yang paling umum.

Lu menyarankan untuk tidak berenang, mencuci muka, atau bermain air di kolam, danau, dan sungai, serta menghindari menggali atau mengaduk sedimen di dasar perairan.

“Disarankan juga untuk menghindari merendam kepala saat berenang di air tawar, sumber air panas, atau perairan hangat lainnya,” ujarnya. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
7 jam lalu

China Tutup Langit 40 Hari hingga Mei 2026, Alasannya Mengejutkan!

Internasional
2 hari lalu

China Tiba-Tiba Tutup Wilayah Udara Lepas Pantai 40 Hari, Latihan Serang Taiwan?

Mobil
3 hari lalu

Tak Punya Peluang Kejar Mobil China, Honda Kembali ke Strategi Lama

Nasional
8 hari lalu

Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal