"Sentimen pasar jelas membaik, tetapi sentimen tidak sama dengan pasokan," ucap Kepala Ekonom Rystad Energy, Claudio Galimberti dalam catatannya dikutip, Selasa (16/6/2026).
Pasar menyambut positif perkembangan menuju perdamaian tersebut. Namun, industri minyak masih menghadapi berbagai tantangan sebelum pasokan kembali normal.
Pasalnya, Selat Hormuz perlu dibersihkan dari ranjau, sehingga kapal-kapal harus kembali dapat melintas dengan aman. Selain itu, produksi minyak Timur Tengah harus dipulihkan, cadangan minyak darurat perlu diisi ulang, dan berbagai fasilitas energi yang rusak harus diperbaiki.
Banyak analis memperkirakan harga minyak akan tetap berada pada level tinggi dalam jangka waktu yang cukup lama. Walaupun harga mungkin turun dalam waktu dekat, permintaan yang kembali meningkat dan kebutuhan mengisi ulang cadangan darurat diperkirakan akan mendorong harga kembali naik.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan melalui media sosial bahwa kesepakatan dengan Iran telah selesai. Meski teks lengkap perjanjian belum dipublikasikan, nota kesepahaman tersebut diperkirakan akan ditandatangani pada Jumat mendatang di Swiss.