Harga Energi Melambung, AS Lepaskan Lagi 45 Juta Barel Minyak dari Cadangan Strategis

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi minyak mentah yang disalurkan lewat pipa. (Foto: Reuters)

Setelah melalui proses tender, kontrak akhirnya diberikan kepada sembilan perusahaan. Kesembilan perusahaan itu adalah Atlantic Trading & Marketing Inc, Chevron USA, Equinor Marketing & Trading, ExxonMobil Oil Corporation, Marathon Petroleum Supply and Trading LLC, Motiva Enterprises LLC, Phillips 66 Company, Shell Trading, dan Valero Marketing and Supply Company.

Adapun pengiriman pertama untuk minyak mentah dari Pemberitahuan Penjualan keempat untuk minyak mentah dari SPR dijadwalkan mulai berlangsung pada 16 Agustus hingga 30 September. Departemen Energi AS akan memberikan kontrak kepada perusahaan dengan penawaran terbaik selambat-lambatnya pada 8 Juli.

Departemen Energi AS sebelumnya juga mengumumkan, pemerintahan Biden berencana untuk mencapai setengah dari pelepasan yang ditargetkan, yakni sebanyak 90 juta barel, pada akhir Agustus nanti.

Kekurangan ekspor minyak mentah karena sanksi kolektif Barat terhadap Rusia telah menyebabkan rekor harga solar dan bensin yang tinggi di AS. Penutupan beberapa kilang selama puncak pandemi virus corona pun telah mengurangi kapasitas penyulingan minyak di negeri Paman Sam, sehingga semakin menambah masalah di sana.

Untuk meringankan situasi pasokan BBM yang rumit itu, pemerintahan Biden telah melepaskan minyak dari SPR secara bertahap sejak November. Antara akhir Februari dan April, Washington DC telah mengambil rata-rata 3 juta barel dari SPR setiap pekan untuk membantu memenuhi permintaan penyulingan domestik.

Saat ini, harga bensin telah mencapai rekor tertinggi lebih dari 5 dolar AS per galon di stasiun pengisian bahan bakar. Sementara harga solar juga mencapai puncaknya sepanjang sejarah AS, yakni di atas 6 dolar per galon. 

Biden menuduh perusahaan-perusahaan energi telah memainkan harga. Presiden AS itu juga menyalahkan Presiden Rusia Vladimir Putin dan krisis Ukraina atas inflasi tertinggi di AS dalam 40 tahun terakhir.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang

57 tahun lalu

Trump: Iran Sudah Tamat!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal